Tuesday, March 18, 2014

Ada perasaan seperti makan “lumpia basah” bagiku. Sejak tadi.. kubiarkan, tapi aku terus menahan ke samping dengan “sikap acuh”. Padahal kan seharusnya tak boleh begitu.
Keyakinan yang sangat penuh juga tak boleh sampai memecahkan gelas keanggunan. Melebar dan membuat orang lain merana. Tak seperti itu seharusnya. Saat ini hanya dapat tersenyum dengan kekuatan kepercayaan seorang petinggi. Lebih kuat saja hal itu hadir di kehidupanku. Semoga bisa lebih baik lebih lebih baik dan lebih dari lebih baik lagi.
~   20-11-13

Sunday, March 16, 2014

Cara bernafasku yang sudah tak beraturan, begitu membuat dadaku sakit dan membuat beberapa bagian dari tubuhku sulit dirasakan. Sudah kucoba tuk tenang, berfikir positif dan terus mengatur nafasku dengan teratur, sulit. Ingin rasanya kusudahi saha perjalananku disini. Kulit tangan dan kaki yang sudah tak dapat kurasakan lagi itu membuat hatiku pilu. Udara yang tak mau bersahabat dan tanpa ada orang yang tau pun terus membuatku kehilangan semangat. Betapa payahnya aku ini! Sebentar lagi! Tapi.. ini terlalu sakit, menusuk sampai ke tulang rusukku, bahkan ke dalam jantungku. Ingin rasanya aku menangis, tapi terlalu sulit. Apa lagi yang harus aku lakukan tuhaaan? Hah? Tuhan? Ya! Aku masih memilikiNya. Mengapa sampai aku lupa? Aku berputus asa hanya karena aku melupakanNya? Dia yang membuatku selama ini beruntung. Dia yang selama ini menolongku, mengabulakan doa-doaku, mengerti perasaanku, dan selalu berada di sampingku. Bagaimana bisa aku sampai melupakanNya? Maafkan aku tuhaaaannn.. sekarang tolonglah aku dari jerat cengkraman makhluk tak hidupmu ini. Bantu aku.

…. Akupun dapat tiba di tempat yang ku tuju. Sekarang, aku dapat merasakan hangatnya coklat panas bersama keluarga tercinta ku ini.
Terimakasih tuhan.
~Ingat Tuhan