Cara bernafasku yang sudah tak
beraturan, begitu membuat dadaku sakit dan membuat beberapa bagian dari tubuhku
sulit dirasakan. Sudah kucoba tuk tenang, berfikir positif dan terus mengatur
nafasku dengan teratur, sulit. Ingin rasanya kusudahi saha perjalananku disini.
Kulit tangan dan kaki yang sudah tak dapat kurasakan lagi itu membuat hatiku
pilu. Udara yang tak mau bersahabat dan tanpa ada orang yang tau pun terus
membuatku kehilangan semangat. Betapa payahnya aku ini! Sebentar lagi! Tapi..
ini terlalu sakit, menusuk sampai ke tulang rusukku, bahkan ke dalam jantungku.
Ingin rasanya aku menangis, tapi terlalu sulit. Apa lagi yang harus aku lakukan
tuhaaan? Hah? Tuhan? Ya! Aku masih memilikiNya. Mengapa sampai aku lupa? Aku
berputus asa hanya karena aku melupakanNya? Dia yang membuatku selama ini
beruntung. Dia yang selama ini menolongku, mengabulakan doa-doaku, mengerti
perasaanku, dan selalu berada di sampingku. Bagaimana bisa aku sampai
melupakanNya? Maafkan aku tuhaaaannn.. sekarang tolonglah aku dari jerat
cengkraman makhluk tak hidupmu ini. Bantu aku.
…. Akupun dapat tiba di tempat yang ku tuju. Sekarang, aku dapat merasakan hangatnya coklat panas bersama keluarga tercinta ku ini.
Terimakasih tuhan.
~Ingat Tuhan
…. Akupun dapat tiba di tempat yang ku tuju. Sekarang, aku dapat merasakan hangatnya coklat panas bersama keluarga tercinta ku ini.
Terimakasih tuhan.
~Ingat Tuhan
No comments:
Post a Comment